PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI PADA MASA ORDE BARU   2 comments

Lahirnya Orde Baru ditandai dengan dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret dari Presiden Soekarno kepada Mayor Jenderal Soeharto. Supersemar telah memberikan kekuasaan penuh kepada Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban Negara. Dengan wewenang yang diberikan sesuai dengan isi Supersemar Men/Pangad segera melakukan tindakan tegas menjaga keamanan dan kestabilan jalannya roda pemerintahan. Orde Baru adalah suatu tatanan perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang didasarkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Orde Baru lahir sebagai bentuk koreksi total terhadap berbagai penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. Demonstrasi yang dipelopori oleh KAMMI dan KAPPI yang digelar pada tanggal 10 Januari 1966 menyerukan tuntutan rakyat yang dikenal dengan sebutan TRITURA (Tri Tuntutan Rakyat) sampai saat dikeluarkannya Supersemar.

Adapun isi Tritura adalah :

  1. Bubarkan PKI dan ormas-ormasnya.
  2. Bersihkan cabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
  3. Turunkan harga-harga barang

 

Dengan semakin banyaknya tuntutan rakyat yang menghendaki pemerintah segera mengambil tindakan terhadap keadaan saat itu maka sesuai dengan wewenang yang diberikan berdasar isi Supersemar Men/Pangad segera melakukan tindakan sebagai berikut.

  1. Membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya dan menyatkannya sebagai partai terlarang, terhitung sejak 12 Maret 1966
  2. Mengamankan 15 orang menteri yang diduga terlibat atau bersimpati terhadap G30S.
  3. Membersihkan MPRS dan lembaga negara lain dari unsur-unsur G30S dan menempatkan peranan lembaga-lembaga itu sesuai UUD 1945.

 

Sejak lahirnya Supersemar, MPRS berupaya memulihkan keduduknnya sebagai lembaga tertinggi Negara sekaligus sebagai pelaksana kedaulatan rakyat. Upaya yang dilakukan adalah dengan reorganisasi dan menciptakan stabilitas politik. Pada tanggal 20 Juni 1966, MPRS mengadakan Sidang Umum yang ke-6 di Jakarta, yang menghasilkan beberapa keputusan penting, yaitu:

  1. Mengukuhkan Supersemar sebagai Ketetapan MPR.
  2. Mempertegas kedudukan semua lembaga Negara baik pusat maupun daerah pada posisi yang diatur dalam UUD 1945.
  3. Menetapkan penyelaenggaraan pemilu, paling lambat tanggal 5 Juli 1968.
  4. Mancabut Ketetapan MPRS yang mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden seumur hidup.
  5. Mengukuhkan pembubaran PKI dan ormas-ormasnya disertai larangan penyebaran ajaran marxisme dan komunisme di Indonesia

 

Dalam rangka melaksanakan Tritura dibidang politik, ekonomi dan social, pemerintah meresmikan pembentukan Kabinet Ampera pada tanggal 28 Juli 1966 dalam masa kerja dua tahun. Program kerja Kabinet Ampera ini dikenal dengan sebutan Catur Karya, yang berisi:

  1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutaama di bidang sandang pangan.
  2. Melaksanakan siding umum selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 1968.
  3. Melaksanakan politik luar negri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional.
  4. Melanjutkan perjuangan anti-imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

 

Setelah ada konflik dualism kepemimpinan nasional, Ir Soekarno mengundurkan diri pada tanggal 21 Februari 1968 dan mengumumkan penyerahan pemerintahan kepada Soeharto. Pada bulan MAret, MPRS menelenggarakan Sidang Istemiwa dalam rangka mengukuhkan pengunduran diri Presiden Soekarno sekaligus mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI.

Orde Baru bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Untuk tujuan itu pemerintah mengasdakan pemilu secara teratur dilanjutkan dengan penataan lembaga-lembaga Negara. Selama 32 tahun berkuasa pemerintah Orde Baru telah berhasil melaksanakan Pemilihan Umum sebanyak enam kali. Pemilu pertama dilaksanakan pada tahun 1971 yang diikuti 10 peserta, yaitu 9 partai politik dan Golkar, yang memperebutkan 360 kursi DPR yang dipilih untuk DPR, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II. Berbeda dengan pemilu tahun 1955, pada Pemilu 1971 anggota ABRI tidak menggunakan hak pilihnya tetapi mendapat jatah 75 kursi sesuai dengan undang-undang yang beraku. Peserta pemilu tahun 1971 adalah sebagai berikut:

  1. Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII)
  2. Nahdlatul Ulama (NU)
  3. Partai Nasional Indonesia (PNI)
  4. Golongan Karya (GOLKAR)
  5. Partai Katholik
  6. Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI)
  7. Partai IPKI
  8. Partai Kristen Indonesia
  9. Partai Murba
  10. Partai Islam Perti

 

Peserta Pemilu tahun 1977-1997 hanya terdiri dari 3 (tiga) yang dilaksanakan dengan LUBER yaitu Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia, adapun pesertanya yaitu :

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan fusi dari PSII, NU, Parmusi, dan Partai Islam Perti.
  2. Golongan Karya (Golkar)
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan fusi dari PNI, Partai Katholik, Partai IPKI, Partai Kristen Indonesia dan Partai Murba.

Adapun secara terperinci hasil pemilu selama Orde Baru adalah sebagai berikut:.

  1. 1. 2 Mei 1977

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1977 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 2 Mei 1977 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1977-1982.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

2. Golongan Karya (Golkar)

3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.

  1. 2. 4 Mei 1982

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1982 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1982-1987.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

  1. 1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  2. 2. Golongan Karya (Golkar)
  3. 3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.

  1. 3. 23 April 1987

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1987 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 23 April 1987 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1987-1992.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  2. Golongan Karya (Golkar)
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.

  1. 4. 9 Juni 1992

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1992 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 Juni 1992 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1992-1997.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  2. Golongan Karya (Golkar)
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya.

  1. 5. 29 Mei 1997

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1997 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 29 Mei 1997 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Propinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1997-2002. Pemilihan Umum ini merupakan yang terakhir kali diselenggarakan pada masa Orde Baru.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  2. Golongan Karya (Golkar)
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Sebagai pemenang mayoritas hasil pemilihan umum ini adalah Golongan Karya. Pemilu ini diwarnai oleh aksi golput oleh Megawati Soekarnoputri, yang tersingkir sebagai Ketua Umum PDI yang tidak diakui rezim pemerintah waktu itu.

Semasa Orde Baru, pembangunan nasional ditujukan pada terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Agar tujuan tercapai, pembangunan nasional berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Inti kedua pedoman itu adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. Pelaksanaan pembangunan nasional dilakukan secara bertahap, baik jangka pendek dalam waktu lima tahunan dan jangka panjang dalam waktu 25-30 tahun.

Pada tahun 1998, kondisi politik Indonesia mulai bergejolak. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa pemilu tahun 1997 dan sebelumnya telah terjadi kecurangan (tidak sesuai dengan azas LUBER). Faktor lain yang mendorong timbulnya gejolak politik adalah adanya tuntutan masy arakat untuk segera diadakannya reformasi (perubahan). Akhir kekuasaan Orde Baru juga ditandai dengan krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia dan menimbulkan aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia. Aksi demonstrasi ini mengakibatkan gugurnya 4 mahasiswa Trisakti (Jakarta) pada aksi demonstrasi pada tanggal 12 Mei 1998, yang disusul dengan aksi kerusuhan diberbagai kota. Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri dan menyerahakan jabatannya kepada BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998 setelah gagal menyusun Kabinet Reformasi.

 

About these ads

Posted November 4, 2010 by Ahmaris in menulis

2 responses to “PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI PADA MASA ORDE BARU

Subscribe to comments with RSS.

  1. Alhamdulillah… sangat membantu dalam pembuatan tugas power point sejarah saya. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: